Sosok Yusuf Demir, Sang Penerus Lionel Messi Dari Austria

Sosok Yusuf Demir, Sang Penerus Lionel Messi Dari Austria

DBasia.news – Istilah & # 39; berikutnya & # 39; dibandingkan dengan nama-nama legendaris seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo dan pemain top lainnya adalah hal yang lumrah di dunia sepakbola. Jika bukan & # 39; selanjutnya & # 39; lalu itu & # 39; inkarnasi & # 39 ;.

Intinya, perbandingan selalu dilakukan setiap kali membahas pemain legendaris dengan penerus yang notabene masih muda, bertalenta, berkualitas, dan memiliki tipikal gaya bermain yang sama. Bosan dengan istilah itu? Dapat.

Faktanya adalah tidak semua pemain dengan & # 39; berikutnya & # 39; sukses dalam karier sepak bola, beberapa di antaranya tidak cukup kuat dengan tanggung jawab perbandingan nama besar, katakanlah seperti Alen Halilovic atau Marko Marin.

Meski begitu, publik tidak bosan-bosannya membandingkan pemuda bertalenta dengan istilah "the next" karena dalam perbandingan itu ada harapan, harapan agar generasi baru bisa menggantikan para pendahulunya.

Setelah sempat muncul sebentar Lionel Messi berikutnya dari Kroasia, Jerman (bahkan dari Indonesia), kini istilah itu datang dari Austria, mengakar pada pemain berusia 17 tahun bernama lengkap Yusuf Demir.

Lahir di Wina, Austria pada 2 Juni 2003, Yusuf Demir langsung memulai karir sepak bolanya bersama klub tertua di Wina, Akademi First Vienna pada tahun 2010 dan tiga tahun kemudian pada usia 10 tahun ia bergabung dengan akademi Rapid Vienna.

Dia berusia 10 tahun tetapi Demir langsung masuk ke skuad U-13 dan kemudian U-16. Karirnya melesat di usia muda dengan sukses menjadi pemain termuda yang memenangkan penghargaan Pemain Terbaik U-19 di turnamen Mercedes-Benz Junior di Jerman pada 2019.

Saat itu usianya baru 15 tahun dan Rapid finis sebagai runner-up Liverpool. Setahun kemudian Demir kembali memenangkannya dan kali ini Rapid menjadi juara dengan kemenangan 4-0 atas RB Leipzig.

"Dia memiliki potensi yang luar biasa. Senang melihatnya bermain sepak bola," kata Steffen Hofmann, legenda Rapid Vienna dan produk akademi Bayern Munich yang melatihnya di tim Rapid U-16.

“Dalam setiap sesi latihan Anda bisa melihat dari detik pertama betapa menakjubkannya dia. Saya belum pernah melihat pemain seperti dia di usia ini. "

Baca:  Lionel Messi Absen di Latihan Terakhir Jelang Piala Super Spanyol

Performa hebat di usia muda di level tim yunior klub membawa Demir ke timnas Austria U-15 dan U-17 dengan rekor: 19 gol dalam 22 pertandingan.

Sesuai aturan FIFA, selama belum membela timnas senior, Demir masih bisa memilih membela timnas senior Austria atau Turki, negara yang mengalir dalam darahnya.

"Dalam hal ini (pilihan negara yang dipilih Demir) tidak ada alasan untuk mengubahnya," kata agen Demir, Emre Ozturk, kepada Spox.

Di usia 16 tahun 196 hari Yusuf Demir menjadi pemain termuda sepanjang masa yang melakukan debutnya di Rapid pada Desember 2019. Demir masuk sebagai pengganti Veli Kavlak, talenta yang juga diprediksi memiliki masa depan cerah namun tidak memenuhi harapan, karena Kavlak sekarang tidak memiliki klub.

Kombinasi cedera dan pandemi virus corona sempat menghambat perkembangannya, namun setelah sepak bola dimulai lagi Demir menjadi andalan Dietmar Kuhbauer di Rapid. Di usia 17 tahun status itu benar-benar istimewa.

Melihat permainannya dengan kidal Emre Ozturk, ia tak segan-segan membandingkannya dengan satu nama: Lionel Messi. Dan sang pemain pun mengaguminya, tak heran jika julukannya adalah Lionel Messi dari Austria.

“Yussi sangat kreatif, menggiring bola dan memiliki kaki kiri yang hebat. Teknik dan visinya luar biasa. "Dengan cara dia bermain, dia sangat mirip dengan Messi," jelas Ozturk.

"Yussi adalah penggemar berat Messi," tambah Ozturk. “Dia menyukai semua yang harus dilakukan Messi. Dia terbiasa bermain di bajunya. Tapi sekarang dia punya miliknya sendiri: Demir, nomor 48. "

Gelandang kreatif berkaki kiri yang bisa bermain di banyak posisi dalam posisi ofensif dengan kemampuan mengeksekusi bola mati. Ini memicu perbandingannya dengan Messi, terutama setelah Demir mengagumi superstar Barcelona tersebut.

Kontrak Demir akan habis pada Juni 2022 dan saat ini klub-klub top Eropa terus memantau perkembangannya, salah satunya adalah klub Messi, Barcelona.

Postingan Sosok Yusuf Demir, penerus Lionel Messi dari Austria muncul pertama kali di DBAsia News.