Perkembangan Teknologi dalam Sepak Bola, Misi Mulia Tuai Pro dan Kontra

Perkembangan Teknologi dalam Sepak Bola, Misi Mulia Tuai Pro dan Kontra

DBasia.news – Hampir semua aspek kehidupan saat ini terbantu oleh kemajuan teknologi. Hal yang sama juga terjadi dalam sepakbola.

Sejarah mengungkapkan bahwa sepak bola telah dimainkan selama berabad-abad. FIFA mengakui bangsa Cina sebagai orang yang pertama kali menemukan olahraga ini pada masa Dinasti Han pada abad ke-3 SM.

Pada abad ke-19, Inggris mulai mempopulerkan sepak bola modern seperti sekarang ini. Saat itu, regulasi dan regulasi pertandingan tidak sedetail sekarang.

Salah satu terobosan penting saat itu adalah penggunaan seragam dengan warna yang sama untuk satu tim dalam pertandingan. Aturan ini dikeluarkan oleh Federasi Sepak Bola Inggris (FA) pada tahun 1891.

Butuh 37 tahun untuk mengubah aturan terkait jersey. Arsenal memelopori penggunaan jersey dengan nomor punggung pada tahun 1928.

Saat ini, jersey bukan hanya salah satu aturan yang harus dipatuhi oleh setiap tim. Seragam tersebut kini telah menjadi simbol klub.

Sentuhan teknologi tidak lepas dari perkembangan jersey. Perusahaan apparel berlomba-lomba membuat terobosan yang membuat nyaman para pemainnya saat bertanding.

Hal yang sama berlaku untuk sepatu. Perangkat pelindung kaki ini kini telah menjadi semacam senjata perang untuk membantu meningkatkan performa pemain.

Masih banyak lagi sentuhan teknologi yang diciptakan untuk mendukung para pelaku lapangan hijau. Setiap klub atau negara berusaha memaksimalkan potensi atlet dengan mengandalkan ilmu keolahragaan.

Namun sentuhan teknologi dalam sepakbola tidak hanya dimanfaatkan untuk kepentingan para pemainnya. FIFA sebagai federasi sepak bola dunia pun berusaha memaksimalkan hal tersebut guna mendukung semua aspek pertandingan.

FIFA cukup berhati-hati untuk memasukkan unsur teknologi dalam olahraga ini. Mereka tidak ingin sepak bola kehilangan keajaibannya.

Namun pada akhirnya, teknologi telah menyentuh berbagai peralatan kompetitif. Salah satunya adalah bola yang merupakan elemen terpenting dalam olahraga ini.

Baca:  Tak Dimainkan Kontra Everton, Ole Gunnar Solskjaer Dinilai Sia-siakan Paul Pogba

FIFA telah mengatur sedetail mungkin regulasi mengenai instrumen utama dalam olahraga ini. Bola yang digunakan saat ini pasti jauh lebih baik daripada beberapa dekade lalu.

Selain itu, berbagai perangkat pendukung juga dihadirkan FIFA. Mulai dari papan substitusi digital, vanishing spray, alat komunikasi wasit, teknologi garis gawang, dan video assistant referee (VAR).

Teknologi tersebut digunakan FIFA untuk meningkatkan kualitas setiap pertandingan. Kebijakan ini juga dinilai membantu kinerja wasit yang tidak lepas dari kesalahan.

Sayangnya tidak semua gebrakan FIFA berhasil. VAR adalah bukti paling jelas.

Teknologi ini justru menimbulkan pro dan kontra di kalangan pecinta sepak bola. Ada yang mendukung tapi tidak sedikit pula yang menolak.

Bagi kubu pendukung, VAR dianggap sebagai solusi atas berbagai kontroversi di masa lalu yang merugikan salah satu pihak dan menguntungkan lawan. Momen Tangan Tuhan Diego Maradona dan gol hantu Frank Lampard ke gawang Jerman di Piala Dunia 2010 adalah contohnya.

Sementara bagi yang menolak, VAR dinilai telah meniadakan drama yang menjadi nilai tambah dalam sepakbola. Perkelahian seringkali terhenti karena teknologi ini juga dinilai membuat tidak nyaman penontonnya.

Berbagai kontroversi yang mengiringi penggunaan teknologi dalam sepak bola ternyata tidak membuat FIFA resah. Ini salah satu komitmen mereka yang menjunjung tinggi prinsip sportivitas.

Bukan tidak mungkin sejumlah teknologi lain akan diterapkan FIFA di masa mendatang. Yakinlah itu tidak akan mengurangi keindahan sepakbola itu sendiri.

Pasca Perkembangan Teknologi dalam Sepak Bola, Misi Mulia untuk Menuai Pro dan Kontra muncul pertama kali di DBAsia News.