Momen-momen Comeback Bersejarah di Liga Champions

Momen-momen Comeback Bersejarah di Liga Champions

DBasia.news – Atalanta kalah dari PSG (Paris Saint-Germain) di perempat final Liga Champions. Kekalahan itu terjadi di masa injury time.

Atalanta berhasil mencetak gol pertama di pertandingan ini. Pada menit ke-27, Mario Pasalic melepaskan tembakan melengkung yang tidak bisa dijangkau Keylor Navas.

Setelah tertinggal, PSG berusaha keras untuk menyamakan kedudukan. Kylian Mbappe yang baru pulih dari cedera bahkan sempat dimainkan di awal babak kedua untuk menambah tenaga untuk menerobos.

Meski begitu, berbagai upaya PSG selalu bisa dimentahkan oleh barisan pertahanan Atalanta. Hingga waktu normal berakhir atau menit ke-90, skor 1-0 untuk keunggulan wakil Italia tersebut masih belum berubah.

Namun keajaiban terjadi selama masa injury time. PSG mampu memanfaatkan lima menit waktu tambahan untuk mencetak dua gol dan memimpin hingga akhirnya memenangkan pertandingan.

Comeback seperti itu tidak bisa dilakukan oleh semua tim, apalagi di ajang seketat Liga Champions. Dibutuhkan banyak mental dan kekuatan juang dan sedikit keberuntungan untuk melakukannya.

Namun, PSG bukan satu-satunya tim yang mampu membalikkan posisi selama masa injury time. Sepanjang sejarah Liga Champions, ada tiga tim lain yang mampu melakukannya.

Berikut 3 comeback sebelum laga Atalanta melawan PSG yang terjadi pada masa injury time di Liga Champions:

1. Borussia Dortmund vs Malaga (Perempat Final 2012-2013)

Borussia Dortmund adalah salah satu dari sedikit klub yang mampu kembali pada masa injury time di Liga Champions. Momen tersebut terjadi saat mereka menyingkirkan Malaga di perempat final musim 2012-2013.

Kedua tim bermain imbang 0-0 pada pertemuan pertama di kandang melawan Malaga. Hal tersebut membuat Dortmund semakin diuntungkan karena tampil di markas sendiri pada pertemuan kedua.

Nyatanya, Malaga memberikan perlawanan sengit di kandang Dortmund. Wakil Spanyol itu malah menang 2-1 hingga memasuki menit ke-90.

Dua gol Malaga dicetak oleh Joaquin (25 & # 39;) dan Eliseu (82 & # 39;). Sedangkan Dortmund membalas sekali melalui Robert Lewandowski (40 & # 39;).

Keajaiban terjadi di masa injury time. Dortmund secara luar biasa mampu mencetak dua gol dalam waktu dua menit setelah membalikkan keadaan.

Kedua gol tersebut dicetak oleh Marco Reus (90 + 1 ′) dan Felipe Santana (90 + 2 ′). Skor 3-2 bertahan hingga pertandingan usai dan Dortmund lolos ke semifinal.

2. Bayern Munchen vs Chelsea (Perempat Final 2004-2005)

Baca:  Chelsea Akan Incar Bek PSG Thiago Silva Setelah Liga Champions

Kembalinya dramatis juga dihadirkan lebih dari 15 tahun lalu tepatnya di leg kedua perempat final 2004-2005. Momen itu terjadi saat Bayern Munich menjamu Chelsea di Oympiastadion.

Munich butuh kemenangan setelah di pertemuan pertama dikalahkan 2-4 di kandang Chelsea. Itu membuat Die Roten tampil menyerang sejak awal pertandingan.

Tapi Chelsea yang pertama kali memecah kebuntuan. Frank Lampard menemukan gol Oliver Kahn pada menit ke-30.

Munich baru mampu membalas di babak kedua tepatnya di menit ke-65 melalui Claudio Pizzaro. Mereka butuh dua gol lagi untuk lolos ke semifinal.

Saat asyik menyerang, Munich justru kebobolan lagi sepuluh menit sebelum waktu normal berakhir. Kali ini giliran Didier Drogba yang membawa Chelsea unggul untuk kali kedua.

Hebatnya, Munich tak menyerah begitu saja meski hingga menit ke-90 skor tak kunjung berubah. Tim Felix Magath akhirnya mampu bangkit di masa injury time.

Dua gol dicetak Munich melalui Paolo Guerrero dan Mehmet Scholl untuk membawa skor menjadi 3-2. Sayangnya comeback gemilang itu belum cukup mengantarkan mereka ke semifinal karena secara agregat mereka masih kalah 5-6.

3. Manchester United vs Bayern Munchen (Final 1998-1999)

Manchester United bisa dibilang klub yang membuat comeback terbaik di masa injury time dalam sejarah Liga Champions. Ini karena mereka melakukannya di final tepatnya pada musim 1998-1999.

Menghadapi Bayern Munchen, tim asuhan Sir Alex Ferguson tertinggal sejak menit keenam. Tendangan bebas Mario Basler berhasil menembus gawang Peter Schmeichel.

Berbagai upaya dilakukan Manchester United untuk menyamakan kedudukan. Namun tidak ada tanda-tanda hal ini terjadi hingga menit ke-90.

Suporter Munich sudah mulai bersorak karena sudah tidak sabar ingin merayakan kemenangan timnya. Di sisi lain, para suporter Manchester United berdiam diri meratapi kegagalan tim kesayangannya.

Namun keajaiban terjadi selama masa injury time. Lewat dua sudut, keunggulan Munich di waktu normal sirna begitu saja.

Teddy Sheringham menyamakan kedudukan di menit pertama injury time. Dua menit kemudian, Ole Gunnar Solskjaer mengamankan kemenangan Setan Merah.

Penonton yang menyaksikan pertandingan tidak menyangka akan berakhir seperti itu. Tak heran jika duel Manchester United vs Munich disebut sebagai salah satu laga terbaik dalam sejarah Liga Champions.

Posting Momen Kembalinya Historis di Liga Champions muncul pertama kali di DBAsia News.