Kata PSMS dan Sriwijaya FC Usai Liga 2 Ditunda

Kata PSMS dan Sriwijaya FC Usai Liga 2 Ditunda

DBasia.news – PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI sepakat untuk menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 satu bulan ke depan.

Keputusan itu diterima beberapa tim baik Liga 1 maupun Liga 2, salah satunya PSMS Medan. Namun manajemen PSMS menginginkan agar PSSI dan PT LIB lebih tegas dalam mengambil keputusan terkait masalah persaingan ini.

“Sebenarnya apa yang dilakukan PSSI dan PT LIB untuk kembali menjalankan kompetisi sudah benar. Tapi semua itu tidak ada yang tahu. Baik tentang pandemi COVID-19. Setelah mendapat penundaan keputusan kami tidak mengajukan keberatan, ”kata Sekretaris Jenderal PSMS Julius Raj.

"Yang kami tanyakan di sini adalah apakah selama satu bulan ke depan sepak bola bisa diputar kembali? Semua Baik Tidak ada yang tahu. Karena itu, kami ingin solusi yang paling tegas untuk masalah persaingan ini, bagaimana, ”imbuhnya.

Julius juga menambahkan, PSMS saat ini mengalami kerugian yang cukup besar. Khusus untuk mengarungi Liga 2, Ayam Kinantan telah mendatangkan beberapa pemain bintang seperti Ferdinand Sinaga, Paulo Sitanggang, dan masih ada beberapa pemain lainnya.

“Kalau bisa dibilang rugi pasti rugi. Untuk biaya operasional kita sebulan setelah itu kita keluarkan Rp 700 juta, bantuan bersubsidi hanya Rp 150 juta, apa yang kita lakukan dengan sisanya? Intinya kita mau PSSI dan PT LIB agar lebih tegas, ”kata Julius.

Sementara itu, tim Liga 2 Sriwijaya FC lainnya juga menyayangkan penundaan kompetisi ini. Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin mengatakan, penundaan kompetisi membuat semua masalah semakin tidak jelas.

“Saya kira penundaan satu bulan ini membuat masalah semakin tidak jelas. Jika masalah ini tidak diselesaikan bulan depan dan masalahnya masih sama, yakni COVID-19, kapan liga ini akan dimainkan,” kata Hendri.

Baca:  Hasil Liga Italia: Dua Gol Zlatan Ibrahimovic Bawa AC Milan Awali Musim Dengan Kemenangan

Postingan yang menyebutkan PSMS dan Sriwijaya FC setelah Liga 2 ditunda tampil pertama kali di DBAsia News.